Fadhilah Puasa

Posted: Agustus 18, 2010 in Uncategorized
Assalamualaikum WRB

Segala puji hanya milik Dzat yang Maha Kekal lagi abadi, yang menganugrahi kita nikmat Iman dan Islam yang tidak ternilai harganya, Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan walaupun seorang mahluk melahirkan apa yang ada di dalam hatinya atau pun menyembunyikannya, niscaya Allah swt akan membuat perhitungan dengan perbuatan tersebut. Maha Suci Allah yang tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Shalawat dan salam senantiasa kita kirimkan kepada Nabi yang kita cintai, yang kita contoh segala amal perbuatannya, Nabi yang kita rindukan perjumpaan dengannya beserta ahli keluarga beliau serta para sahabat r.anhum dan ummat seluruhnya yang mempertahankan sunnah-sunnah baginda Rasulullah hingga hari kiamat.

Saudaraku Seiman, Tanpa terasa bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahaan akan kita masuki dan dalam bulan Ramadahan yang menjadi keistimewaan selain dari malam laitul Qadar adalah dimana di bulan ini kita berpuasa sebulan penuh.

Keutamaan Berpuasa.
Ibadah puasa adalah ibadah yang dikerjakan dengan berlapar dan berdahaga sepanjang hari yaitu sejak terbitnya fajar sodiq (masuk waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu Maghrib).

Antara hikmah dan faedah ibadah puasa ialah menginsafkan diri bahwa kita pada hakikatnya adalah makhluk yang dhaif yang perlu sentiasa menghampirkan diri dan beribadah kepada Allah s.w.t. serta mengharapkan limpah kurnia-Nya.

“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud sabda Rasulullah “70 musim” adalah perjalanan 70 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (6/48)

“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Hikmah berpuasa.
Tanda bersyukur kepada Allah s.w.t. atas limpah kurnia nikmatNya yang tidak terhingga, juga Mendidik nafsu ammarah (yang lebih banyak mengajak kepada keburukan) agar berubah menjadi nafsu lawwamah dan seterusnya meningkat kepada nafsu mutmainnah yakni nafsu yang tenang tenteram, bersedia menjunjung titah perintah Allah s.w.t.
Melatih dan mendidik jiwa supaya mempunyai sifat belas kasihan terhadap orang-orang yang susah menderita dan kurang bernasib baik dalam kehidupan mereka.

Membersihkan diri daripada sifat-sifat mazmumah (keji) seperti tamak, sombong, hasad dengki dan sifat-sifat yang Allah tidak senangi.
Mendidik jiwa supaya bersifat sabar, tahan menanggung kesusahan dan pelbagai cobaan dalam menempuh perjuangan hidup.

Muslim yang benar-benar bersungguh-sungguh dalam berpuasa akan terbuka akal dan fikirannya, lebih peka terhadap sesama dan Insya Allah akan jarang mengeluh lagi dalam kehidupannya. Karena ketika kita berpuasa maka akan terasa betapa beratnya kehidupan saudara-saudara kita yang lain, dimana mereka merasakan kelaparan bukan hanya dalam bulan puasa tapi setiap hari dalam kehidupan mereka.

Memperoleh kecerdasan akal dan fikiran sebagaimana disebut dalam satu riwayat maksudnya: “Orang yang lapar perutnya itu tajamlah fikirannya dan teranglah hatinya.”

Dalam berpuasapun kita dilatih untuk jujur terhadap diri kita sendiri, karena dalam ibadah lain kita senantiasa melakukannya dengan berjamaah maka dalam berpuasa hanya ada antara kita dan Allah, oleh karena itu Rasulullah meriwayatkan dalam Hadits Qudsi.

“Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ’sesungguhnya aku sedang berpuasa”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Saudaraku seiman, sungguh beruntung kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menyambut kembali datangnya bulan Ramadhan, Rasulullah menyatakan dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas “Seandainya umatku me-ngetahui nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadhan, pastilah mereka menginginkan supaya se-luruh bulan dalam setahun adalah bulan Ramadhan.”

Sangatlah merugi bagi kita yang melewatkannya tanpa bersungguh-sungguh menjalankan ibadah puasa, karena berpuasa adalah wajib bagi setiap Muslim terkecuali.
“Diangkat pena (tidak dicatat) dari 3 golongan: orang gila sampai dia sadarkan diri, orang yang tidur hingga dia bangun dan anak kecil hingga dia baligh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Maka jika kita tidak ingin digolongkan sebgai golongan Orang Gila maka hendaklah kita berpuasa.

Kepada saudaraku yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak walaupun belum baligh maka sebaiknya dilatih untuk berpuasa,
Sebuah hadits diriwayatkan Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz x:
“Utusan Rasulullah n mengumumkan di pagi hari ‘Asyura agar siapa di antara kalian yang berpuasa maka hendaklah dia menyempurnakannya dan siapa yang telah makan maka jangan lagi dia makan pada sisa harinya. Dan kami berpuasa setelah itu dan kami mempuasakan kepada anak-anak kecil kami. Dan kami ke masjid lalu kami buatkan mereka mainan dari wol, maka jika salah seorang mereka menangis karena (ingin) makan, kamipun memberikan (mainan tersebut) padanya hingga mendekati buka puasa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ada juga puasa dimakhruhkan bagi mereka.
Puasa orang yang sakit keras,
Puasa orang yang lanjut usia,
Puasa wanita hamil,
Puasa Mushafir,
Puasa pada hari arafah bagi yang mengerjalan Haji,
Puasa tunggal (hari sabtu saja atau hari jumat saja),
Puasa sepanjang tahun (Sepanjang masa).

Niat puasa tidak semestinya dilafaskan dalam bahasa arab, Insya Allah niat dalam hati saja sebelum terlewat waktu subuh.

Saudaraku seiman, berpuasa bertujuan agar kita lebih dekat dengan Allah, lebih mengetahui sifat-sifat Allah dan tidak ada hal yang lebih berharga dalam kehidupan kita selain dekat dengan Allah dan tidak ada kerugian yang lebih merugi dibandingkan kehilangan Rahmat Allah.

Allah SWT kuasa, Allah SWT Maha kekal lagi abadi dengan kita beramal ataupun tidak beramal sama sekali tidak mempengaruhi keMuliaan dan Kesuciaan Allah, Allah SWT tidak butuh terhadap mahluk sebaliknya kitalah yang senantiasa butuh kepada Allah.

“Wahai hamba-hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan generasi akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, mereka semua berada pada taraf ketakwaan seorang paling tinggi tingkat ketakwaannya di antara kalian, hal itu takkan menambah kerajaanKu sedikit pun.” (HR. Muslim)

Maka hendaklah kita luruskan kembali niat kita berpuasa, kita berpuasa semata-mata karena mengharap Redho dan Rahmat Allah, Allah SWT TIDAK WAJIB memberikan surga kepada kita asbab amal ibadah yang kita lakukan.

“Wahai hambaKu, sesungguhnya itu hanyalah amalan kalian. Aku menghitungnya untuk kalian, kemudian Aku memberikannya secara sempurna kepada kalian, maka barangsiapa mendapatkan kebaikan, maka hendaklah dia memuji Allah. Dan barangsiapa yang mendapatkan yang selain dari itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim).

Ibadah Puasa yang kita lakukan hendaklah mengharap Rahmat dan Redho Allah SWT dan dengan Rahmat dan RedhoNya inilah Allah SWT akan masukkan kita kedalam surgaNya.

“Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya” (Hadits Riwayat Bukhari 4/95, Muslim 1152, dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1903).

Semoga bisa kita amalkan dan sampaikan, ada benarnya datangnya dari Allah dan adapun kesalahan pada artikel ini dikarenakan karena keterbatasan ilmu dan kebodohan saya sendiri.

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

daftar pustaka:
dari fadebook akhwan ikhwan anti pacaran dengan penulis Gunawan Arief 05 Agustus jam 18:31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s